Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

Halo guys kembali lagi di Musik Indonesia, setelah kemarin kita membahas tentang Musik Tradisional Aceh dan Sumatera Utara, sekarang kita akan membahas musik tradisional masih dari Sumatera, dari Sumatera Barat. Kami akan membahas sedikit tentang alat musik tradisional ini. Jadi mari kita lihat.

Alat Musik Tradisional Sumatera Barat – Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di pulau Sumatera yang memiliki ibukota provinsi Padang. Provinsi Sumatera Utara yang terdiri dari 12 kabupaten dan 7 kota berpenduduk mayoritas etnis Minangkabau. Dalam hal Seni dan Budaya, Provinsi Sumatera Utara kaya akan seni dan budaya daerah. Salah satunya adalah Seni Musik. Nah.. kali ini kita akan mengenal dan mengenal alat musik tradisional sumatera barat.

Alat musik tradisional Sumatera Barat sangat dipengaruhi oleh Nuansa Minangkabau. Hal ini dikarenakan nuansa musik Minang sangat enak didengar meski dipadukan dengan alat musik modern masa kini. Sehingga alat musik tradisional Sumatera Barat kemungkinan besar akan tetap dipertahankan meskipun teknologi alat musik modern sedang berkembang, untuk informasi lebih lengkapnya di https://www.detribpas.com.

Alat musik tradisional Sumatera Barat yang kita kenal sekarang ini antara lain :

1. Saluang

Saluang adalah alat musik tradisional dari Sumatera Barat yang terbuat dari Bambu Talang.Saluang memiliki diameter sekitar 3-4 cm, panjang 40-60 cm dan hanya memiliki 4 lubang. Alat musik tradisional saluang dimainkan dengan cara ditiup.

Keunikan dari saluang ini adalah blower saluang saluang akan dapat memainkan saluang nonstop dari awal hingga akhir lagu. Hal ini dimungkinkan karena peniup saluang memiliki teknik Hangok Mampasalisiahan (pengeluaran nafas) yaitu teknik pernafasan pada tiupan saluang.

Di Minang, saluang biasanya tidak hanya berbunyi sendiri. Alat musik yang terbuat dari buluh seruas ini, jadilah pembantuku menyanyikan pantun. Puisi yang dilantunkan, biasanya berisi sindiran, ratapan, nasehat, atau lelucon. Biasanya jika Saluang di tiup Tanpa diiringi nyanyian ditujukan untuk pengobatan dan kebathinan. Pada video diatas diperlihatkan antara Pedendang dan Tukang Saluang dengan pendengar/pemirsa tidak ada batasan tetapi kesatuan dalam menikmati saluang dan suara sekalipun. Melambangkan kebersamaan Alam Semesta Demokrasi di Minangkabau dalam filosofi “Surang Duduak basampik Sampik, duduak Basamo balapang airy”.
Pemain legendaris saluang bernama Idris Sutan Sati dengan penyanyi Syamsimar.

2. Talempong

Talempong adalah alat musik tabuh tradisional Minangkabau. Alat musik tradisional yang berkembang di masyarakat Sumatera Barat ini terbuat dari kuningan, namun ada juga yang terbuat dari kayu dan batu. Alat musik tradisional talempong ini sama bentuknya dengan alat musik bonang pada gamelan di Jawa.

Talempong berbentuk lingkaran dengan diameter 15 sampai 17,5 inci, bagian bawahnya berlubang sedangkan di bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima sentimeter sebagai tempat memukul. Talempong memiliki nada yang berbeda. Suara yang dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukul di permukaannya.

Talempong biasanya dimainkan untuk mengiringi pertunjukan tari atau resepsi, seperti Tari Piring, Tari Pasambahan, dan Tari Galombang yang khas, untuk selengkapnya Anda dapat mengetahiunya di 10 Alat Musik Tradisional dan Cara Memainkannya.

3. Pupuik Batang Padi

Pupuik Batang Padi adalah alat musik tradisional yang berkembang di daerah Agam Sumatera Barat. Alat musik tradisional Pupuik jerami padi ini memang terbuat dari ruas batang padi dan bersendi tua. Proses pembuatan pupuik (linggis) batang padi hitungan sederhana. Jerami padi tua dengan hati-hati dipatahkan di dekat pangkal bukunya. Pecahan batang akan membentuk semacam pita suara yang menjadi sumber bunyi. Jika ditiup, pita suara berbunyi mengi.

Meski pupuik jerami padi hanya terbuat dari jerami padi, namun alat ini menjadi bagian dari hiburan masyarakat yang mencerahkan kehidupan masyarakat Sumatera Barat. Alat musik tradisional Sumatera Barat ini kemudian dapat disambungkan ke lilitan daun lontar sehingga menghasilkan suara yang semakin cempreng dan dapat didengar hingga jarak 2 kilometer.

4. Serunai

Seruling tradisional adalah alat musik yang terbuat dari jerami padi, kayu atau bambu, tanduk kerbau atau daun kelapa yang dimainkan dengan cara ditiup. Suling berasal dari kata Shenai yang merupakan alat musik yang berasal dari Lembah Kashmir di Datara India utara. dan se

Alat musik serunai ditemukan merata di provinsi Sumatera Barat, terutama di dataran tinggi seperti di daerah Agam, Tanah Datar dan Lima Puluh Kota, dan juga di sepanjang pantai Sumatera Barat.

Suling memiliki panjang sekitar 20 cm, memiliki 4 lubang berukuran 2,5 cm. Fungsi lubang ini adalah untuk mengatur ritme. Sedangkan nada alat musik ini sama dengan alat musik modern lainnya, yaitu pentatonic atau do-re-mi-fa-sol. Nada ini lazim dalam alat musik tradisional Minang.

5. Tambua & Tansa

Tambua merupakan alat musik dari Sumatera Barat yang terbuat dari kayu yang dilubangi bagian tengahnya, biasanya berukuran panjang 60-70 cm dan diameter lingkaran 40-50 cm serta memiliki ketebalan lingkaran 1-1,5 cm. Pada kedua sisinya diberi kulit binatang (biasanya kulit kambing) yang telah dikeringkan dan diikat sedemikian rupa sehingga mengikat benang-benang seperti dibuat menarik.

Alat kesenian ini digunakan untuk melambangkan kegembiraan dan biasa digunakan dalam upacara pernikahan, resepsi atau tamu istimewa dalam rangka acara Batagak Gala atau Menara Batagak.

Tambua dipukul secara serempak dengan irama dan gerakan yang teratur dipimpin oleh alat kesenian yang disebut “Tansa”. Berdasarkan irama Tansa inilah alat kesenian Tambua dibunyikan. Tansa berupa bejana berbentuk kuali dengan diameter 14 inchi. dibuat permukaan aluminium dilapisi kulit tipis, pada awal perkembangannya Tansa Tambua menggunakan kulit rusa, namun sesuai dengan perkembangan zaman, kulit rusa sudah mulai tidak dipakai lagi, saat ini Tansa memakai mika plastik/kepala gendang.

Tambua dan Tansa dimainkan oleh minimal 4 pemain. Permainan Tansa Tambua juga diiringi ole instrumen lain seperti Talempong, pupuik tanduak/sarunai dan juga pupuik batang padi. Dengan alat ini, suara Tambua Tansa akan lebih ramai.

Demikian sedikit pembahasan tentang musik tradisional sumatera barat, masih banyak lagi musik tradisional indonesia lainnya, nanti akan kita bahas satu persatu di blog ini, silahkan berkomentar di postingan ini, maaf jika banyak kekurangan, terimakasih.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *