ASPEK HUKUM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) BAGI TENAGA MEDIS DAN KESEHATAN DI MASA PANDEMI

ASPEK HUKUM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) BAGI TENAGA MEDIS DAN KESEHATAN DI MASA PANDEMI

Sejumlah data memperlihatkan perihal tenaga medis dan tenaga kebugaran yang terkena penyakit akibat kerja gara-gara COVID-19. Sejumlah potensi bahaya bagi pekerja di tempat tinggal sakit memasang terhadap risiko tinggi keselamatan kerja selagi pandemi ini. Bagaimana ketentuan perundang-undangan menyesuaikan pemberian kerja bagi tenaga medis dan kebugaran terutama terhadap jaman pandemi? Untuk menjawab problem selanjutnya dijalankan melalui identifikasi dan analisis terhadap ketentuan perundang-undangan terkait. Terdapat sejumlah ketentuan perundang-undangan sudah menyesuaikan segi keselamatan dan kebugaran kerja di tempat tinggal sakit. Bahkan tentang bersama dengan jaminan kebugaran kerja terkandung juga pengaturan program pencegahan dan pengendalian infeksi. Sementara itu di dalam hal pemberian jaminan keselamatan dan kebugaran kerja terhadap jaman pandemi, masih terkandung sebagian kelemahan di dalam pengaturan yang mengundang ketidakpastian pemenuhan jaminan pemberian tersebut. Untuk mengoptimalkan pemberian tenaga medis dan tenaga ksehatan terhadap selagi pandemi pemerintah harus melakukan pengawasan dan pemberian pemberian bagi pelaksanaan keselamatan dan kebugaran kerja dan pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian infeksi. Selain itu, dibutuhkan juga pengaturan teknis pemberian penghargaan, kompensasi dan pendayagunaan tenaga kebugaran bersama dengan meyakinkan pemenuhan hak selanjutnya bagi tenaga kebugaran yang membawa tugas penanganan COVID-19 dan bagi pekerja yang terkena penyakit akibat kerja gara-gara COVID-19.

M. Nur Sholikin, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Kesehatan dan keselamatan kerja
M Nur Sholikin, S.H. selagi ini menjadi peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK). Pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif PSHK periode 2015-2019. Memiliki pengalaman lebih berasal dari 15 tahun di dalam penelitian dan advokasi bidang hukum bersama dengan fokus terhadap legislasi/peraturan perundang-undangan dan peradilan. Aktif menjadi narasumber di dalam beragam forum yang mengulas masalah hukum. Memiliki pengalaman bekerja bersama dengan instansi pemerintah baik sebagai tim ahli, anggota Pokja, konsultan maupun narasumber. Selain itu, juga sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera untuk mata kuliah Ilmu Perundang-undangan, Birokrasi dan Desentralisasi. Sejumlah gagasannya tentang pertumbuhan hukum ditulis di dalam artikel dan dimuat di sebagian jurnal dan media nasional.

Herawati, IDI Tangerang Selatan
dr. Herawati, selesaikan pendidikan profesi terhadap Program Studi Kedokteran Umum Universitas Diponegoro terhadap 2004. Saat ini tercatat sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tangerang Selatan bersama dengan Surat Tanda Registrasi Dokter (STR) Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Memiliki beragam pengalaman praktik di sebagian tempat tinggal sakit, Puskesmas, dan klinik di sebagian kota seperti Semarang, Pemalang, Bekasi, Depok dan Jakarta. Sampai bersama dengan selagi ini miliki ketertarikan mendalami ilmu ilmu di bidang kedokteran melalui forum ilmiah seperti pelatihan, seminar dan workshop. Karya ilmiahnya dimuat di dalam Jurnal Media Medika Indonesiana bersama dengan judul Kebugaran Jasmani terhadap Penderita Tonsilitis Kronis Dibanding Anak Normal (Usia 12-14 Tahun).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *